BANYUWANGI, PESAN-Trend.CO.ID - Dalam suasana penuh semangat, Ketua PKB Banyuwangi, KH. Abdul Malik Syafa’at atau yang akrab disapa Gus Malik, memberikan sambutan pada kegiatan Sosialisasi Hasil Munas DKP Panji Bangsa di Ballroom Hotel Baruu Indah, Jajag, Banyuwangi, Sabtu (6/12/2025). Acara tersebut diikuti ratusan anggota Panji Bangsa dari seluruh Kabupaten Kabupaten Banyuwangi.
Kegiatan besar ini menjadi ajang konsolidasi struktur kader Panji Bangsa, sekaligus memperkuat kesolidan organisasi menghadapi agenda politik ke depan. Hadir dalam acara tersebut Anggota DPRD Banyuwangi Dapil 5 meliputi Cluring, Gambiran, dan Tegalsari, Inayanti Kusumasari yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Saksi Partai (LSP) PKB. Selain itu, Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) PKB Banyuwangi, Zainal Musthofa, juga turut hadir. Dalam kesempatan itu, LPP kembali ditegaskan sebagai “jantung partai” dalam strategi pemenangan.
Dalam sambutannya, Gus Malik menyampaikan rasa syukur atas kuatnya gerakan Panji Bangsa di Banyuwangi. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk mendoakan kesembuhan Ketua Dewan Syuro PKB Banyuwangi, KH. Abdul Ghofar, serta Sekretaris DPC PKB Banyuwangi yang saat ini sedang menjalani perawatan.
Baca Juga :“Alhamdulillah, ternyata perjuangan kita sudah sampai di titik ini walaupun masih sangat jauh, dan masih banyak tantangan serta rintangan. PKB Banyuwangi sudah menyiapkan diri untuk merebut takdir kemenangan 2029, baik kemenangan legislatif maupun kemenangan Pilbup Banyuwangi,” tegasnya.

Menurut Gus Malik, kemenangan politik tidak boleh dipersiapkan secara mendadak. Pengalaman selama ini menunjukkan bahwa kader dan simpatisan PKB, yang mayoritas berasal dari warga Nahdliyin, dibesarkan dalam tradisi kejujuran sehingga tidak terbiasa melakukan langkah-langkah curang dalam proses politik.
“Persiapan yang mendadak itu membuat kita gagal, karena orang kita tidak pernah disetting untuk curang. Diajari tidak bisa, diajari sampai bisa pun tidak berani. Akhirnya kita selalu kalah di menit-menit akhir. Maka kemenangan harus kita siapkan sejak awal,” ungkapnya.
Gus Malik menegaskan, kemenangan PKB di Banyuwangi bukan semata soal kekuasaan, melainkan untuk memastikan kepemimpinan dan kebijakan daerah benar-benar berpihak pada kesejahteraan sosial masyarakat.
Ia juga mengingatkan sejarah panjang peran Nahdlatul Ulama yang berkontribusi terhadap berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Para ulama dan ahli thariqah, menurutnya, memainkan peran penting dalam merajut komunikasi, silaturahmi, dan kesepakatan nasional jauh sebelum kemerdekaan.
“Bayangkan bagaimana dari Sabang sampai Merauke para ulama menyepakati berdirinya NKRI. Ini adalah tangan-tangan dingin para ulama dan ahli thariqoh Nahdlatul Ulama,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Gus Malik menegaskan bahwa jalan politik melalui PKB merupakan bagian dari ibadah dan perjuangan kemanusiaan.
“Berpolitik itu ibadah, ber-PKB itu berkah, dan membela kaum lemah adalah jihad fi sabilillah,” tegasnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan hasil Munas DKP Panji Bangsa, serta arahan teknis kepada kader untuk memperkuat basis kerja di tingkat desa. Semangat optimisme terlihat dari seluruh peserta yang memadati ruangan, menandai kesiapan PKB Banyuwangi menatap agenda besar 2029.