Dari Kapal ke Konsumen, Menjaga Mutu Ikan Menjadi Kunci Daya Saing Perikanan Banyuwangi
BANYUWANGI, Pesantrend.co.id - Persaingan produk perikanan tidak hanya ditentukan oleh jumlah ikan yang tersedia. Kualitas sejak ikan ditangkap, ditangani, disimpan, hingga sampai kepada konsumen turut menentukan harga, keamanan pangan, dan kepercayaan pasar.
Bagi Banyuwangi, yang memiliki kegiatan perikanan tangkap dan budidaya, penanganan hasil perikanan menjadi salah satu bagian penting dalam memperkuat rantai pasok. Ikan yang tidak ditangani dengan benar berisiko mengalami penurunan mutu lebih cepat, sehingga nilai jualnya dapat terdampak.
Saat ditanya wartawan, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, S.P., M.Si., menjelaskan bahwa kualitas hasil perikanan perlu dijaga sejak awal proses produksi.
Baca Juga :“Mutu produk harus menjadi perhatian bersama, mulai dari proses penangkapan atau panen, penanganan, penyimpanan, hingga distribusi. Penguatan pengetahuan pelaku usaha dan penerapan praktik yang baik menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan konsumen,”
Penanganan yang baik mencakup kebersihan wadah, penggunaan es sesuai kebutuhan, pengaturan suhu, pemisahan produk dari sumber kontaminasi, serta pengangkutan yang sesuai. Untuk produk olahan, pelaku usaha juga perlu memperhatikan proses produksi yang higienis, pengemasan, pelabelan, dan persyaratan keamanan pangan yang berlaku.
Tantangan lainnya adalah memastikan standar mutu dapat diterapkan oleh usaha berskala kecil. Pendampingan yang sesuai kebutuhan, peralatan yang terjangkau, dan akses informasi mengenai persyaratan pasar dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas secara bertahap.
Ke depan, peningkatan mutu dapat menjadi dasar pengembangan pasar yang lebih luas. Produk dengan kualitas konsisten lebih mudah membangun kepercayaan pembeli, sedangkan ketertelusuran asal produk dapat membantu memperjelas proses penanganan dan distribusinya.
Namun, peningkatan standar harus disertai pengawasan dan evaluasi. Keberhasilan tidak cukup diukur dari jumlah sosialisasi, melainkan juga perubahan praktik, tingkat penolakan produk, serta kemampuan pelaku usaha memenuhi persyaratan pembeli.
Menjaga mutu berarti melindungi konsumen sekaligus menjaga nilai ekonomi hasil kerja nelayan, pembudidaya, dan pengolah ikan Banyuwangi.