Produksi Perikanan Banyuwangi Meningkat, Tantangan Berikutnya Memastikan Nilai Tambah

Produksi Perikanan Banyuwangi Meningkat, Tantangan Berikutnya Memastikan Nilai Tambah

$rows[judul]

BANYUWANGI, Pesantrend.co.id – Peningkatan produksi perikanan merupakan capaian penting, tetapi belum cukup untuk menggambarkan seluruh keberhasilan pembangunan sektor ini. Pertanyaan berikutnya adalah seberapa besar nilai ekonomi yang dihasilkan dan bagaimana nilai tersebut didistribusikan kepada nelayan, pembudidaya, pekerja, serta pelaku usaha pengolahan.

Publikasi Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi pada 2025 mencatat produksi budidaya 2024 sekitar 66.210,7 ton, sedangkan produksi perikanan tangkap mencapai sekitar 61.428.6 ton. Angka tersebut memperlihatkan skala kegiatan perikanan yang besar sekaligus menegaskan pentingnya pengelolaan ekonomi setelah produksi.

Saat ditanya wartawan, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, S.P., M.Si., menjelaskan bahwa pembangunan perikanan harus memperhatikan produktivitas dan peningkatan nilai tambah produk.

Baca Juga :

“Keberhasilan sektor perikanan tidak cukup dinilai dari volume produksi. Mutu, efisiensi biaya, akses pasar, pengolahan, dan peningkatan nilai tambah juga perlu menjadi perhatian agar manfaat ekonominya semakin luas,” 

Secara ekonomi, kenaikan volume produksi belum tentu menghasilkan peningkatan keuntungan yang sebanding. Harga jual dapat berubah, biaya pakan dan bahan bakar dapat meningkat, sementara kebutuhan pengangkutan serta penyimpanan ikut memengaruhi margin usaha.

Karena itu, data produksi idealnya dibaca bersama data harga, biaya usaha, nilai penjualan, dan pendapatan bersih. Analisis tersebut membantu pemerintah mengidentifikasi komoditas yang memerlukan dukungan pemasaran, perbaikan mutu, atau penguatan pengolahan.

Pelaku usaha kecil juga membutuhkan pencatatan keuangan yang sederhana tetapi konsisten. Dengan mengetahui biaya dan keuntungan per siklus produksi, pembudidaya dapat mengambil keputusan yang lebih rasional, termasuk menentukan waktu panen dan kebutuhan modal.

Ke depan, kebijakan perikanan Banyuwangi akan semakin kuat apabila ditopang data yang menggambarkan kondisi riil pelaku usaha. Peningkatan produksi tetap penting, tetapi tujuan akhirnya harus jelas: memperkuat ekonomi daerah sekaligus memperbaiki kesejahteraan masyarakat perikanan.