Teknik Air Jernih Antar Yogi, Pemuda Purwoharjo, Sukses Kembangkan Lele Beromset Ratusan Juta
Banyuwangi, PESAN-Trend.co.id - Kesuksesan tak selalu lahir dari kantor atau pekerjaan formal. Di Desa Purwoharjo, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, seorang pemuda bernama Yogi Deri Hendrawan membuktikan bahwa budidaya ikan lele pun bisa menjadi ladang bisnis bernilai besar, bahkan menghasilkan omset ratusan juta rupiah setiap bulan.
Yogi yang kini berusia 31 tahun memilih menekuni budidaya lele dengan cara berbeda. Ia mengembangkan metode budidaya sistem air jernih, sebuah teknik yang menekankan kebersihan kolam sebagai kunci utama menjaga kualitas ikan.
Usaha tersebut mulai ia rintis sejak 2018, berbekal ilmu yang diperolehnya selama kuliah di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya. Kala itu, Yogi memulai bisnisnya dari skala kecil, hanya dengan tiga kolam berukuran 2 meter x 5 meter.
Baca Juga :Namun seiring berjalannya waktu, kerja kerasnya berbuah hasil. Berkat dukungan keluarga serta bantuan kolam dari Dinas Perikanan Pemkab Banyuwangi, usaha budidaya lele miliknya terus tumbuh pesat.
Kini, Yogi telah memiliki sekitar 50 kolam yang tersebar di tiga lokasi berbeda.
“Saya ingin ilmu yang saya dapat saat kuliah benar-benar bermanfaat. Alhamdulillah orang tua mendukung penuh, bahkan ayah ikut membantu dari awal. Terima kasih juga atas bantuan dari Pemkab Banyuwangi,” ungkap Yogi saat bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, dalam agenda Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) di Purwoharjo, Rabu (29/4/2026).
Berbeda dari sistem konvensional, Yogi menerapkan disiplin ketat dalam menjaga kualitas kolam. Ia mengganti air kolam dua kali sehari demi memastikan kondisi tetap bersih, sekaligus menekan risiko penyakit pada ikan.
Tak hanya itu, ia juga konsisten dalam hal pakan. Yogi mengaku hanya menggunakan pakan khusus ternak, tanpa campuran bahan lain.
Menurutnya, pola tersebut berpengaruh besar terhadap kualitas daging ikan lele yang dihasilkan.
“Kualitas daging lele dari kolam kami tidak berbau lumpur, rasanya juga lebih disukai konsumen. Produksi pun stabil karena pakannya terukur,” jelas Yogi.
Dengan manajemen budidaya yang rapi, Yogi mampu memanen lele setiap hari. Dalam sehari, hasil panennya bisa mencapai 6 kwintal hingga 1 ton.
Namun, kapasitas tersebut masih baru mencukupi kebutuhan pasar di wilayah Banyuwangi selatan.
“Itupun baru bisa menyuplai kebutuhan Banyuwangi selatan. InsyaAllah ke depan kami akan tambah kolam agar bisa memperluas pasar,” tambahnya.
Yogi memilih lele sebagai komoditas utama karena dinilai lebih cepat menghasilkan. Masa panen yang relatif singkat dan permintaan pasar yang tinggi menjadi alasan kuat dirinya menekuni sektor ini.
“Panennya cepat, harganya terjangkau, peminatnya juga banyak,” ujarnya.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memberikan apresiasi atas keberhasilan Yogi. Menurutnya, kisah tersebut dapat menjadi contoh bahwa peluang sukses terbuka lebar bagi generasi muda, termasuk di sektor pertanian, peternakan, maupun perikanan.
“Mas Yogi membuktikan bahwa budidaya lele bisa sukses dan beromset ratusan juta rupiah. Ini inspirasi bagi anak-anak muda lainnya,” kata Ipuk.
Ipuk menambahkan, Pemkab Banyuwangi terus mendorong lahirnya wirausahawan muda melalui berbagai program, salah satunya Jagoan Tani, yang membuka ruang bagi generasi muda untuk terjun ke sektor pangan dan agribisnis.
Program tersebut tidak hanya menyediakan mentor dari praktisi, tetapi juga stimulus permodalan agar peserta dapat memulai usaha secara mandiri.
“Harapannya anak-anak muda Banyuwangi mampu menciptakan lapangan kerja sendiri,” pungkas Ipuk.