BANYUWANGI, PESAN-Trend.CO.ID – Peringatan Hari Bhakti PU ke-80 di Banyuwangi menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan evaluasi terkait meningkatnya potensi bencana. Sekretaris Daerah Banyuwangi, Guntur Priambodo, menyampaikan bahwa pola bencana yang terjadi belakangan ini menunjukkan adanya eskalasi yang perlu direspons secara serius.
Dalam pidatonya, Guntur menjelaskan bahwa fenomena siklon yang terdeteksi di sejumlah region Asia turut berpengaruh pada dinamika cuaca di Indonesia. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya frekuensi bencana hidrometeorologi.
“Kita melihat tren yang tidak bisa diabaikan. Siklon regional telah memicu cuaca ekstrem yang berdampak luas,” katanya.
Baca Juga :Ia menambahkan bahwa kerusakan lingkungan menjadi faktor pemicu yang memperberat dampak bencana. Karena itu, Guntur mengingatkan agar seluruh pemangku kepentingan melakukan langkah-langkah mitigasi yang terukur dan berkelanjutan.
Pada kesempatan itu, Guntur juga menegaskan peran vital sektor Pekerjaan Umum. Mulai dari pengawasan infrastruktur kritis, evaluasi potensi kerawanan daerah, hingga kesiapan menghadapi kondisi cuaca ekstrem.
Terdapat beberapa poin yang ia tekankan sebagai bagian dari strategi pengendalian risiko, antara lain:
rehabilitasi dan penanaman kembali kawasan hutan,
“Mitigasi bukan hanya respons, tetapi upaya sistematis untuk mengurangi risiko jangka panjang. Itu harus menjadi komitmen bersama,” ujar Guntur.
Ia berharap momentum Hari Bhakti PU mampu memperkuat sinergi seluruh pihak dalam menjaga keselamatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.