“Boby Lubis: Perbaikan Jalan dan Drainase Nglames Menjadi Prioritas Usai Pembangunan Sekolah Rakyat”
Madiun –pesantrend.co.id Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) akan memprioritaskan perbaikan infrastruktur jalan rusak di Kelurahan Nglames, khususnya Jalan Kesatrian, serta pembangunan saluran air setelah pembangunan Sekolah Rakyat (SR) selesai.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Madiun, Boby Saktia Putra Lubis, saat ditemui wartawan Pesantrend mengakui adanya keluhan warga terkait kondisi jalan yang rusak parah. Menurutnya, tambalan-tambalan jalan yang tidak sempurna menyebabkan pengendara mencari jalur alternatif, yang berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.
“Karena beberapa warga juga mengeluh adanya tambalan-tambalan itu, sehingga pengendara mencari jalan yang lebih baik menyebabkan kecelakaan. Sekarang ini memang kondisinya mengalami kerusakan,” ujar Boby.
Baca Juga :Boby menjelaskan bahwa kerusakan jalan tersebut sudah diperkirakan akibat aktivitas pembangunan Sekolah Rakyat. Oleh karena itu, perbaikan permanen baru akan dilakukan setelah proyek SR rampung.
“Perbaikannya nanti, karena itu merupakan ranah PUPR Kabupaten Madiun setelah pembangunan SR ini selesai. Kalau memang cepat selesai pembangunan SR-nya, itu jadi prioritas nanti,” katanya.
Untuk perbaikan jalan, PUPR akan menerapkan lapisan ganda (double layer). Sebelumnya, kondisi “anjlog” ditangani dengan lapisan tanah terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan Asphalt Concrete - Wearing Course (AC-WC) dua lapis.
Sementara itu, perbaikan sementara hanya menggunakan metode overlay, yaitu menimpa aspal lama dengan aspal baru, karena keterbatasan waktu dalam Penjabaran Anggaran Kegiatan (PAK) yang hanya sekitar tiga bulan.
Drainase ke Sungai Cegah Genangan
Selain jalan, PUPR juga menyiapkan solusi drainase untuk mencegah genangan air di permukiman sekitar. Boby menyatakan pihaknya telah melakukan survei dan rapat koordinasi dengan kementerian serta Balai Wilayah Sungai (BWWS).
“SR itu nanti ada dua outlet yang keluar. Dua outlet itu nanti disambungkan salurannya sampai ke sungai,” jelasnya.
Pihaknya menegaskan bahwa pembangunan saluran ini tidak mengganggu aset milik PG Rejo Agung maupun saluran aset provinsi, karena hanya menyambungkan aliran air dari outlet sekolah ke sungai terdekat. Langkah ini dilakukan agar Sekolah Rakyat tidak disalahkan jika terjadi genangan air di kemudian hari.
“Kita gak mau nanti berdampaknya bangunan ini malah berefek kepada lingkungan. Pada intinya, pemerintah daerah akan melaksanakan supaya bangunan sekolah rakyat ini tidak disalahkan,” tegas Boby.
Ia juga menyebut telah melaporkan rencana ini kepada Bupati Madiun. Pihak kecamatan dan kelurahan setempat pun sudah mengetahui bahwa perbaikan jalan dan saluran air akan ditangani Dinas PUPR.
Perbaikan infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan warga Nglames serta mencegah dampak negatif dari pembangunan Sekolah Rakyat terhadap lingkungan sekitar.