Kembangkan Pariwisata dan Penerbangan
Banyuwangi - Guna meningkatkan dunia pariwisata dan penerbangan Banyuwangi, Bupati Ipuk Fiestiandani menandatangani kerjasama dengan InJourney.
Kerjasama tersebut telah diteken langsung oleh Bupati Ipuk dan Direktur Utama InJourney Maya Watono, di Jakarta, Selasa (13/1/2025).
InJourney sebagai BUMN holding yang bergerak dalam penerbangan (penerbangan) dan wisata tersebut, sangat tertarik untuk mengembangkan potensi wisata di Bumi Blambangan.
Baca Juga :“Ini merupakan kerjasama pertama kami dengan pemerintah daerah. Kami sangat bersemangat sekali,” ujar Dirut InJourney Maya Watono.
Dalam kerjasama yang dirancang hingga tiga tahun ke depan, menurut Maya, sebagai wujud dari visi besar negara untuk mengembangkan dunia pariwisata dan penerbangan.
“Potensi di Banyuwangi sangat luar biasa. Dari tim kami sudah melihat kesana. Ada banyak yang bisa dikerjakan. Tangible untuk dilakukan,” tegasnya.
Dari sejumlah penilaian yang dilakukan oleh InJourney, pariwisata di ujung timur Pulau Jawa itu memiliki scoring (penilaian) yang cukup tinggi. Bahkan menurutnya lebih dari sejumlah destinasi wisata super prioritas yang ditetapkan oleh pemerintah. Baik dari konektivitas, program dan lainnya.
“Dari berbagai indikator ini, saya yakin akan bisa mencapai jalan satu juta (mencapai satu juta penumpang pesawat per tahun). Ini mungkin (memungkinkan),” optimis perempuan kelahiran 1982 itu.
Sementara itu, Bupati Ipuk sangat antusias menyambut kerjasama tersebut. Keterlibatan InJourney sebagai perusahaan besar dalam bidang penerbangan dan pariwisata sangat tepat dengan misi Banyuwangi yang bergelat menjadi destinasi wisata. Promosi, pengembangan sumber daya manusia hingga infrastruktur wisata, diharapkan semakin menumbuhkan kunjungan para wisatawan.
“Kerjasama ini tidak semata-mata hanya meningkatkan kunjungan melalui bandara di banyuwangi. Tapi, juga untuk meningkatkan destinasi wisata, UMKM hingga seni budaya di banyuwangi ikut terangkat,” terang Ipuk.
Kerjasama tersebut, harap Ipuk, akan semakin meningkat dengan upaya mengembangkan penerbangan internasional kembali. Seperti diketahui, sebelum Covid-19, Bandara Banyuwangi sempat melayani penerbangan internasional ke Kuala Lumpur, Malaysia. Meski sempat dicabut status internasionalnya, kini telah berfungsi kembali.
“Kami terus berusaha untuk memecahkan telor agar penerbangan internasional segera bisa dioperasionalkan kembali di Bandara Banyuwangi. Kami memaksakan penerbangan untuk jamaah umroh, semoga tidak dalam waktu lama bisa terwujud,” harap Ipuk.
Perlu diketahui, saat ini, Bandara Banyuwangi melayani penerbangan ke Jakarta setiap hari. Juga ke Surabaya dan ke Lombok. Frekuensi tersebut terus ditingkatkan dengan menggenjot sektor wisata di daerah yang dikenal dengan Kawah Ijen dan ombak laut luar biasanya di Pantai G Land ini. (*)