BANYUWANGI, PESAN-Teend.CO.ID – Komitmen Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) untuk memperkuat tata kelola akademik dan meningkatkan kapasitas institusi diwujudkan melalui kegiatan benchmarking ke Universitas Alma Ata Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis pagi (27/11/2025) dan diikuti sekitar 57 mahasiswa Pascasarjana, pimpinan program, serta dosen UNIIB.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari program strategis Pascasarjana UNIIB dalam mempercepat proses transformasi institusional. Benchmarking dipandang penting agar kampus mampu merespons dinamika pendidikan tinggi, sekaligus menyesuaikan diri dengan standar mutu nasional dan tantangan global.
Setiba di Universitas Alma Ata, rombongan UNIIB disambut jajaran pimpinan kampus, termasuk Wakil Rektor I, Dr. Muh. Mustakim, Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kunjungan tersebut dan berharap kerja sama antarkedua perguruan tinggi dapat semakin intensif.
Baca Juga :“Kami menyambut rombongan UNIIB dengan penuh hangat. Semoga pertemuan ini menjadi awal dari sinergi yang lebih luas, terutama dalam pengembangan program pascasarjana. Mohon doa agar rencana pengesahan Program S2 Bahasa Arab kami segera disetujui,” ungkapnya.
Direktur Pascasarjana UNIIB, Dr. H. Khoilur Rahman, menilai Universitas Alma Ata sebagai contoh perguruan tinggi yang berhasil membangun sistem kerja yang terstandardisasi dan terdigitalisasi. Menurutnya, inilah yang membuat Alma Ata mampu berkembang pesat dalam waktu relatif singkat.

Ia menjelaskan bahwa sejak berdiri, Alma Ata mampu menghadirkan 5 fakultas, 18 program studi S1, dan 2 program studi S2 hanya dalam rentang waktu sembilan tahun. Capaian tersebut dianggap relevan bagi UNIIB yang sedang memasuki fase pemantapan kelembagaan.
“Kami ingin mempelajari pola pengembangan institusi yang dilakukan Alma Ata. Perkembangan ini bukan hanya cepat, tetapi juga terukur dan berorientasi mutu. Ini hal penting yang perlu kami bawa pulang sebagai bahan perencanaan,” ujar Direktur yang akrab disapa Gus Lilur itu.
Selain memperoleh paparan mengenai standardisasi mutu, UNIIB juga mendapat penjelasan terkait digitalisasi manajemen akademik, strategi penguatan tridharma perguruan tinggi, serta langkah-langkah pengembangan program studi baru yang telah menjadi keunggulan Alma Ata.
Agenda benchmarking kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai bentuk komitmen jangka panjang dalam kerja sama akademik, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan visiting lecture menghadirkan dosen-dosen Alma Ata untuk memberikan paparan ilmiah kepada mahasiswa Pascasarjana UNIIB.
Acara juga diisi dengan sesi diskusi akademik antara mahasiswa dari kedua kampus. Momen ini menjadi sarana saling bertukar pengalaman, ide riset, dan pemahaman tentang dinamika akademik di lingkungan perguruan tinggi masing-masing.
Melalui kegiatan ini, UNIIB berharap dapat membawa pulang sejumlah rekomendasi strategis untuk diterapkan dalam penguatan sistem internal. Benchmarking ini tidak hanya memberikan wawasan tentang implementasi tata kelola modern, tetapi juga membuka peluang jejaring akademik yang akan mendukung perkembangan UNIIB pada skala nasional.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi refleksi penting bagi UNIIB dalam memperkuat visi sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.(Ali)