Gubernur Khofifah Pimpin Gerakkan Panen dan Percepatan Tanam di Kabupaten Madiun

Produksi Padi Jatim Diprediksi Naik 5 Persen

$rows[judul]


Madiun – Pesantrend.co.id Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin langsung Gerakan Panen Padi sekaligus Percepatan Tanam di Desa Gading, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jumat (8/5/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat posisi Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional dan penopang kedaulatan pangan Indonesia.

Dalam sambutannya, Khofifah menekankan pentingnya sektor pertanian sebagai bagian dari pertahanan negara. "Beras adalah produk politik. Harus tersedia cukup, aman, dan harganya terjangkau. 'Aman di perut' masyarakat adalah bagian dari pertahanan negara," ujar Khofifah.af6d1f

Baca Juga :

Ia juga menyampaikan optimisme terhadap produksi padi Jatim tahun ini. "Produksi padi Jatim diprediksi naik hingga 5 persen dibandingkan periode sebelumnya. Kita targetkan luas tanam mencapai 2,43 juta hektare," tambahnya. Khofifah mendorong percepatan tanam ulang, modernisasi alat mesin pertanian (alsintan), serta penggunaan benih unggul tahan kekeringan.


Terkait harga, Khofifah menyebut harga gabah kering panen (GKP) di Balerejo mencapai Rp7.500 per kilogram. "Alhamdulillah, mudah-mudahan ini bisa memberikan penguatan kesejahteraan pada para petani," katanya. Ia berharap harga yang baik ini dapat menarik lebih banyak petani muda, mengingat Jatim memiliki jumlah petani muda terbanyak di Indonesia.


Pada kesempatan tersebut, Khofifah menyerahkan bantuan alsintan berupa hand tractor, cultivator, combine harvester, dan rotavator kepada kelompok tani setempat.

Bupati Madiun Hari Wuryanto menyambut baik kehadiran Gubernur dan mendukung penuh program ini. "Kabupaten Madiun siap menjadi garda terdepan dalam menjaga surplus beras di Jawa Timur," tegas Bupati Hari Wuryanto.


Ia menambahkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah nyata mempercepat musim tanam demi menjaga ketahanan pangan nasional. "Kehadiran Ibu Gubernur di tengah sawah ini menjadi suntikan semangat bagi petani kami untuk terus berproduksi demi mewujudkan swasembada pangan nasional," Puskas Mas Hari Wuryanto.