Digitalisasi Usaha Nelayan Banyuwangi, Jalan Menuju Bisnis Perikanan yang Lebih Modern
BANYUWANGI, Pesantrend.co.id – Masa depan perikanan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menangkap atau membudidayakan ikan. Kemampuan mengelola keuangan, mengakses pembiayaan, memasarkan produk, dan memanfaatkan teknologi juga akan menentukan daya tahan usaha nelayan.
Upaya menuju usaha perikanan yang lebih modern telah mendapat perhatian melalui kegiatan edukasi keuangan dalam sinergi Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) dengan Kampung Nelayan Merah Putih di Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi, pada 29 Juni 2026. Kegiatan tersebut diberitakan sebagai bagian dari upaya mendorong nelayan mengembangkan usaha yang lebih terkelola dan memiliki akses keuangan.
Saat ditanya wartawan, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, S.P., M.Si., menjelaskan bahwa penguatan kapasitas usaha merupakan bagian penting dalam proses transformasi sektor perikanan.
Baca Juga :“Nelayan perlu memiliki kemampuan mengelola usaha, memahami pembiayaan, serta memanfaatkan peluang pasar. Teknologi dan layanan keuangan dapat membantu apabila digunakan sesuai kebutuhan dan didukung pencatatan usaha yang baik,” demikian draf pernyataan yang perlu dikonfirmasi kepada narasumber.
Digitalisasi dapat dimulai dari langkah sederhana. Nelayan bisa mencatat pengeluaran dan penjualan melalui aplikasi atau perangkat yang mudah digunakan. Kelompok usaha dapat mengembangkan pencatatan transaksi bersama, sedangkan pelaku pemasaran bisa memanfaatkan saluran digital untuk memperkenalkan produk kepada konsumen.
Meski demikian, digitalisasi bukan solusi instan. Kemampuan menggunakan teknologi, keamanan data, kualitas jaringan, dan biaya layanan perlu dipertimbangkan. Akses kredit juga harus disertai perhitungan kemampuan membayar agar pembiayaan tidak justru menambah beban usaha.
Ke depan, ekosistem usaha perikanan yang lebih modern berpotensi memperkuat transparansi transaksi, membantu pengambilan keputusan, serta memperluas hubungan antara nelayan dan pembeli. Data usaha yang tertata juga dapat membantu pelaku usaha menilai kebutuhan modal dan merencanakan pengembangan.
Ukuran keberhasilannya bukan banyaknya aplikasi yang digunakan, melainkan apakah pencatatan menjadi lebih tertib, pemasaran berkembang, akses keuangan membaik, dan usaha mampu bertahan.
Dengan pendampingan yang berkelanjutan, digitalisasi dapat menjadi salah satu jalan bagi nelayan Banyuwangi untuk naik kelas sebagai pelaku usaha yang mandiri dan kompetitif.