CARUBAN — Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di sekitar area depan RSUD Caruban menuai keluhan dari para pedagang. Pasalnya, kebijakan penertiban ini dinilai berdampak langsung pada perekonomian keluarga para pedagang kecil yang menggantungkan hidupnya dari hasil berjualan di lokasi tersebut.
Perwakilan PKL, Bapak Edwin, mengungkapkan bahwa para pedagang merasa dirugikan karena tidak bisa berjualan selama beberapa hari terakhir. Menurutnya, aktivitas berdagang di sana merupakan sumber utama penghidupan keluarga mereka.
"Dari pedagang sendiri ya dirugikan, Pak. Soalnya kita-kita ini orang kecil, ya toh? Istilahnya itu ekonomi keluarga dari sini cumanan, enggak ada yang lain-lain dari pedagang yang utama itu," ujar Bapak Edwin saat ditemui di lokasi.
Baca Juga :Meski memahami bahwa pihak pemerintah berkeinginan untuk menciptakan kawasan yang tertib dan bersih, para pedagang berharap ada keadilan di mana penertiban tidak merugikan sebelah pihak. Mereka menilai, jika penertiban dilakukan karena alasan kebersihan atau ketertiban, seharusnya aturan tersebut diterapkan secara menyeluruh dan adil bagi semua pihak, bukan hanya sebagian pedagang saja.
Terkait solusi pemindahan lapak ke area sebelah barat, Bapak Edwin menyatakan bahwa para pedagang masih menunggu keputusan bersama serta kepastian dari pihak paguyuban dan pemerintah. Para PKL menekankan pentingnya asas kebersamaan dan keadilan—jika satu dipindah atau ditertibkan, maka seluruh pedagang di zona tersebut harus diperlakukan sama tanpa tebang pilih.
"Pokoknya satu kebersamaan, tertib satu, tertib semua," tegasnya.
Para pedagang berharap pemerintah daerah dapat memberikan solusi terbaik yang tidak mematikan mata pencaharian masyarakat kecil, sekaligus menciptakan penataan kawasan fasilitas umum yang adil dan manusiawi bagi semua pihak.