BANYUWANGI, PESAN-Trend.CO.ID – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Banyuwangi terus menggencarkan program edukasi keselamatan bagi masyarakat, khususnya usia dini. Pada Selasa (18/11/2025), tim Bidang Pencegahan Damkar menerima kunjungan siswa KB–TK Askara Banyuwangi untuk mengikuti kegiatan sosialisasi dan pengenalan pemadam kebakaran yang digelar di Mako Damkar Banyuwangi.
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–09.00 WIB tersebut disambut antusias oleh puluhan siswa yang datang didampingi para guru. Sejak pagi, anak-anak tampak bersemangat mengenal lebih dekat profesi petugas pemadam sekaligus memahami bahaya kebakaran secara sederhana.
Dalam sesi pertama, petugas Damkar memperkenalkan berbagai peralatan yang digunakan dalam penanganan kebakaran, mulai dari helm, pakaian pelindung, selang pemadam, hingga alat bantu pernapasan. Anak-anak terlihat antusias saat petugas menjelaskan fungsi masing-masing alat dengan bahasa yang mudah dipahami.
Baca Juga :Tak hanya itu, peserta juga diajak melihat langsung kendaraan operasional pemadam kebakaran. Suara sirine yang diperdengarkan selama simulasi membuat suasana semakin meriah dan mencuri perhatian anak-anak.
Petugas kemudian memberikan edukasi tentang langkah-langkah sederhana ketika menghadapi situasi darurat, seperti tetap tenang, mencari jalan keluar, dan menjauh dari sumber api. Penjelasan disampaikan melalui contoh gerakan dan permainan agar mudah diterima oleh peserta didik.
Beberapa anak bahkan berani mencoba memegang peralatan pemadam di bawah pengawasan petugas, sehingga menciptakan pengalaman baru yang tidak hanya edukatif tetapi juga menyenangkan.
Kegiatan sosialisasi ini dipandu oleh empat personel Damkar Banyuwangi, yakni Ribut Hendri, Maulana, Yoga Rudi, serta Ilan dari unsur Relawan Kebakaran (Redkar). Seluruh petugas memberikan pendampingan penuh selama kegiatan berlangsung, memastikan edukasi berjalan aman dan efektif.
Pihak Damkar Banyuwangi menyampaikan bahwa edukasi seperti ini sangat penting untuk membangun kesadaran keselamatan sejak usia dini. Anak-anak diharapkan memiliki pemahaman dan respon awal yang benar bila suatu hari menghadapi kondisi darurat di rumah atau sekolah.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana meningkatkan kedekatan emosional antara petugas pemadam dengan masyarakat, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan penyelamatan.
Dengan berakhirnya kegiatan pada pukul 09.00 WIB, anak-anak pulang dengan pengalaman berharga dan pemahaman baru mengenai pentingnya menjaga keselamatan dari bahaya kebakaran.