Pembangunan Daerah untuk Kesejahteraan Generasi Mendatang
Madiun – Pesantrend.co.id Bupati Madiun H. Hari Wuryanto, S.H., M.Ak. menyampaikan sambutan penting dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Madiun tahun 2027. Bupati menekankan bahwa perencanaan pembangunan harus dirancang dengan literasi yang tepat, karena apa yang dinikmati hari ini merupakan buah karya para pendahulu, sementara apa yang dikerjakan saat ini akan menjadi pedoman bagi generasi yang akan datang.
Baca Juga :“Musrenbang RKPD tahun ini merupakan tahapan krusial untuk menyelaraskan program pembangunan daerah dengan pemerintah pusat maupun Provinsi Jawa Timur. Tujuannya agar hasil pembangunan dapat berdampak langsung bagi masyarakat serta menjadi pedoman bagi seluruh pemangku kepentingan dalam menyusun perencanaan, sekaligus menjadi dasar penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2027,” ujar Bupati Hari Wuryanto dalam sambutannya.
Hadirin yang dihormati, Bupati kemudian memaparkan sejumlah capaian indikator kinerja pembangunan Kabupaten Madiun pada tahun 2026. Salah satu pencapaian yang paling membanggakan adalah penurunan angka pengangguran terbuka (TPT) dari 4,20 persen menjadi 3,22 persen. “Alhamdulillah, ini hasil kerja keras semua pihak. Para investor membuka lapangan pekerjaan yang luar biasa, ditunjang dengan pelaksanaan job fair yang mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat desa. Kami juga memaksimalkan pelatihan kerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Jawa Timur yang ada di Kabupaten Madiun, sehingga tercipta tenaga kerja siap pakai,” paparnya.
Bupati menambahkan bahwa keberhasilan ini merupakan kolaborasi luar biasa antara Pemerintah Daerah Kabupaten Madiun dan Provinsi Jawa Timur. “Kemarin kami sudah bertemu dengan Ibu Gubernur, dan kami berharap dukungan ini terus berlanjut agar ke depan semakin baik,” katanya.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa capaian kinerja saat ini akan menjadi acuan untuk tahun 2027. Ia menyoroti beberapa isu strategis yang masih menjadi tantangan dan harus dijadikan dasar penentuan program serta kegiatan prioritas, antara lain:
Pengembangan ekonomi kreatif yang perlu dirapikan, karena kualitas dan produktivitas tenaga kerja masih rendah.
Akselerasi industrialisasi dan perbaikan iklim investasi. “Alhamdulillah, terkait moratorium lahan sawah, kami sudah memenuhi 87 persen dan 13 persen sisanya akan dimanfaatkan untuk memacu industrialisasi,” ungkapnya.
Peningkatan perekonomian daerah melalui sektor unggulan.
Perlindungan sosial dan peningkatan kualitas lingkungan sosial masyarakat.
Kualitas lingkungan hidup yang didukung infrastruktur ramah lingkungan, yang masih perlu ditingkatkan.
Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan, kesehatan, dan penguatan kebudayaan.
Peningkatan kualitas keluarga dan kesetaraan gender.
Ketahanan pangan masyarakat, meskipun Kabupaten Madiun merupakan salah satu lumbung pangan Jawa Timur di peringkat ke-7.
Peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan, termasuk pelayanan umum.
Bupati menegaskan bahwa saran dari provinsi serta masukan dari tokoh-tokoh dan anggota dewan akan selalu diakomodir dan direalisasikan.
Di akhir sambutannya, Bupati menyampaikan kabar gembira terkait infrastruktur transportasi. “Alhamdulillah, sejak November tahun lalu kereta api biasa sudah diberangkatkan dari Stasiun Caruban menuju Solo. Insyaallah, mulai Oktober nanti kereta api bisnis dan eksekutif juga akan berhenti di Stasiun Caruban. Ini hasil kerja sama dan kolaborasi yang baik dengan PT KAI,” pungkasnya.
Musrenbang RKPD ini diharapkan dapat menghasilkan perencanaan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Kabupaten Madiun. ((hend)