Bupati Ipuk Dorong Ikawangi Jadi Jembatan Promosi dan Investasi, Perkuat Peran Diaspora Banyuwangi
Banyuwangi, PESAN-Trend.co.id - Keberadaan warga Banyuwangi yang merantau dan menetap di berbagai daerah dinilai memiliki posisi penting dalam mendukung kemajuan daerah asal. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menilai diaspora Banyuwangi merupakan kekuatan strategis yang dapat dimaksimalkan untuk memperluas promosi budaya, membuka peluang ekonomi baru, hingga menarik investasi.
Ajakan tersebut disampaikan Ipuk saat menghadiri kegiatan Halal Bihalal Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) Pusat yang digelar di Karawang, Minggu (19/4/2026). Acara tersebut diikuti para koordinator wilayah dan pengurus Ikawangi dari berbagai daerah di Indonesia, serta dihadiri sejumlah tokoh nasional asal Banyuwangi.
Beberapa tokoh yang tampak hadir di antaranya Menteri PANRB periode 2022-2024 Abdullah Azwar Anas, Menteri Pariwisata periode 2014-2019 Arief Yahya, serta tokoh-tokoh lainnya yang berasal dari Banyuwangi.
Baca Juga :Dalam sambutannya, Ipuk menegaskan Ikawangi bukan sekadar wadah silaturahmi masyarakat perantauan, namun juga memiliki potensi besar sebagai mitra pembangunan. Menurutnya, kekuatan jaringan diaspora dapat menjadi modal sosial yang mampu mendorong percepatan kemajuan daerah.
“Ikawangi telah menjadi gerakan orang Banyuwangi di manapun berada. Tidak hanya menjaga kebanggaan terhadap daerah asal, tetapi juga memberi kontribusi nyata untuk masa depan Banyuwangi,” ujar Ipuk.
Ipuk menyebut, tantangan pembangunan saat ini semakin kompleks, baik akibat kondisi global maupun tekanan nasional. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus berupaya menjaga pertumbuhan daerah dengan berbagai program pembangunan.
Ia memaparkan capaian Banyuwangi sepanjang tahun 2025, mulai dari pertumbuhan ekonomi sebesar 5,65 persen yang lebih tinggi dibanding rata-rata Jawa Timur dan nasional. Selain itu, angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 6,13 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat hingga 75,17, serta pendapatan per kapita naik menjadi Rp67,08 juta.
Namun demikian, Ipuk mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dituntaskan. Beberapa tantangan yang masih dihadapi Banyuwangi antara lain kebutuhan infrastruktur serta keterbatasan fiskal daerah yang membuat ruang gerak pemerintah semakin terbatas.
“Perjalanan ini belum selesai. Dengan keterbatasan fiskal yang semakin menantang, dukungan dari semua pihak menjadi sangat berarti. Bantuan sekecil apa pun bisa menjadi energi besar bagi Banyuwangi,” tegasnya.
Karena itu, Ipuk mendorong Ikawangi untuk mengambil peran lebih luas dengan kontribusi yang nyata dan berdampak. Ia berharap jaringan Ikawangi dapat menjadi ujung tombak promosi daerah, sekaligus menjadi penghubung bagi peluang investasi dan penguatan ekonomi masyarakat.
“Ikawangi dengan jaringan yang semakin luas dapat menjadi kekuatan untuk promosi budaya dan pariwisata, penghubung investasi, peluang ekonomi, serta ruang berbagi gagasan dan inovasi,” katanya.
Sementara itu, Ketua Ikawangi Pusat Mayjen TNI (Purn) H. Rusdi Maksum menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan Banyuwangi. Ia menyebut Ikawangi juga tengah memperkuat jaringan organisasi hingga menjangkau level internasional.
“Kami siap mendukung kemajuan Banyuwangi. Banyak anggota Ikawangi yang sukses di berbagai bidang dan siap berkontribusi untuk daerah,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, tokoh nasional asal Banyuwangi Arief Yahya turut menyampaikan pandangannya terkait potensi besar yang dimiliki Banyuwangi. Menurutnya, apabila dimaksimalkan secara optimal, sektor-sektor unggulan Banyuwangi dapat menjadi motor percepatan ekonomi daerah.
Ia menyebut sektor pariwisata masih menjadi kekuatan utama, ditambah potensi blue economy melalui perikanan dan kelautan, serta peluang pengembangan Banyuwangi sebagai logistic hub melalui peningkatan akses dan pengembangan pelabuhan.
“Banyuwangi punya banyak kekuatan yang bisa menjadi kunci percepatan ekonomi jika terus dikelola dan dikembangkan,” ungkap Arief Yahya. (Ver)