Polygon Academy beri Beasiswa Atlet Muda Berprestasi
BANYUWANGI – Kejuaraan Banyuwangi BMX Supercross 2026 tidak hanya menghadirkan persaingan para pembalap nasional dan internasional, tetapi juga menjadi momentum lahirnya program pembinaan atlet usia dini yang berorientasi jangka panjang. Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan Polygon Bikes, sejumlah atlet muda terbaik memperoleh beasiswa pelatihan di Polygon Academy sebagai bekal menuju prestasi yang lebih tinggi.
Komitmen tersebut menjadi salah satu warna baru dalam kejuaraan yang berlangsung selama 27–28 Juni 2026 di Sirkuit Internasional BMX Supercross Muncar. Tidak hanya sekedar mengejar kesuksesan penyelenggaraan, tetapi juga memastikan lahirnya regenerasi atlet Indonesia yang mampu bersaing di level dunia.
Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Banyuwangi, M. Alfin Kurniawan, mengatakan pembangunan prestasi olahraga harus dimulai dari pelatihan yang berkelanjutan.
Baca Juga :“Kejuaraan ini kami desain bukan hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pelatihan. Anak-anak yang menunjukkan prestasi akan memperoleh kesempatan berkembang melalui program pelatihan profesional sehingga kelak dapat menjadi atlet kebanggaan Indonesia,” ujarnya.
Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, Polygon Academy memberikan beasiswa kepada para juara pertama kategori Challenge Boys dan Challenge Girls. Program ini memberikan kesempatan bagi atlet muda untuk memperoleh pelatihan teknik, peningkatan fisik, pembentukan mental bertanding, hingga pendampingan menuju kompetisi nasional maupun internasional.
Penerima beasiswa Polygon Academy meliputi Rashya Muhammad Muflih Al Hanan (Challenge Boys 5–6 tahun), Aditya Arsa Janitra (Challenge Boys 9–10 tahun), Zein Ziyan Hermana (Challenge Boys 11–12 tahun), Anjeli Zoya Naladhippa Fauzia (Challenge Girls 5–6 tahun), Qianzy Kyla (Challenge Girls 9–10 tahun), dan Adeeva Ozil Afsheen Myesha Andriana (Gadis Tantangan 11–12 tahun).
Selain program pelatihan, penyelenggara juga menghadirkan Abdul Muhaimin sebagai pembicara inspiratif. Dalam sesi berbagi pengalaman, Haymin mengajak para rider muda untuk terus berlatih, memanfaatkan fasilitas yang ada, dan tidak takut memiliki mimpi besar.
Menurutnya, keberadaan Sirkuit Internasional BMX Supercross Muncar menjadi aset penting bagi perkembangan olahraga BMX Indonesia karena memberikan kesempatan kepada atlet muda untuk berlatih di lintasan berstandar internasional tanpa harus pergi ke luar negeri.
Sinergi pemerintah, industri, komunitas olahraga, dan para atlet inspiratif dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem olahraga yang sehat. Pembinaan yang dimulai sejak usia dini diyakini akan memperbesar peluang Indonesia melahirkan atlet-atlet BMX yang mampu berbicara di ajang internasional.
Melalui Banyuwangi BMX Supercross 2026, Banyuwangi tidak hanya sukses menggelar event olahraga kelas dunia, tetapi juga mengirimkan pesan bahwa investasi terbesar dalam olahraga adalah menyiapkan generasi muda. Dari lintasan di Muncar, harapan lahirnya juara-juara dunia Indonesia mulai dibangun dengan langkah-langkah yang nyata.